Kasus 1
Pak Surya adalah guru matematika. Pekan ini Pak Surya akan menyampaikan materi mengenai perkalian. Sekolah Pak Surya berlokasi dekat dengan pasar dan sebagian besar dari orang tua peserta didik merupakan pedagang. Bagaimana kegiatan pembelajaran yang sebaiknya dirancang oleh Pak Surya dengan menerapkan pendekatan CRT?
JAWAB KASUS 1 :
Memahami Konteks Peserta Didik
1. Latar belakang
Peserta didik memiliki pengalaman dalam kehidupan sehari-harinya terkait dengan kehidupan pasar seperti menghitung kembalian, menghitung keuntungan, dan menimbang berat barang.
2. Minat dan Kebutuhan
Peserta didik memiliki ketertarikan dengan konsep berhitung atau matematika yan berkaitan dengan transaksi bisnis, keuangan, dan jual beli.
Tujuan Pembelajaran
1. Pembuakaan
a. Mengajak peserta didik berdiskusi “Siapa diantara kalian yang pernah membantu orang tua berjualan di pasar? Apa saja yang kalian lakukan?
b. Menghubungkan dengan materi “Kalian pasti pernah menghitung jumlah barang yang dijual, bukan? Maka hari ini kita akan sama-sama belajar tentang perkalian yang sangat berguna dalam menghitung banyak barang.”
2. Kegiatan Inti
a. Permainan Toko
· Membagi peserta didik menjadi kelompok kecil
· Setiap kelompok menjadi sebuah toko yang menjual berbaai macam barang (barang yang dijual bisa menggunakan gambar atau benda yang ada di kelas).
· Setiap kelompok membuat daftar barang yang dijual.
· Peserta didik secara bergantian menjadi pembeli dan penjual
· Guru memberikan soal cerita yang berkaitan dengan pembelian barang dalam jumlah banyak (misalnya “Tono membeli 10 buah apel dengan harga Rp2.500,- per buah, maka berapakah total harga barang yang dibeli Tono?”
· Peserta didik menyelesaikan soal dengan cara menghitung dan mencatat hasilnya.
b. Projek Mini
· Peserta didik diminta untuk membuat laporan sederhana tentang salah satu produk yang dijual di pasar.
· Pada laporan tersebut peserta didik ditugaskan menghitung total pendapatan jika produk tersebut terjual habis pada waktu tertentu.
c. Diskusi Kelompok
· Guru memberikan beberapa soal cerita yang berkaitan dengan situasi jual beli di pasar.
· Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menyelesaikan soal tersebut.
3. Penutup
a. Refleksi
Meminta peserta didik untuk berbagi pengalaman mereka selama kegiatan pembelajaran.
b. Kesimpulan
Menyampaikan kembali pentingnya perkalian dalam kehidupan sehari-hari terutama sebagai pedagang.
Kasus 2
Ibu Nisa adalah guru Bahasa Sunda. Ibu Nisa menemukan bahwa peserta didiknya berasal dari berbagai suku dan hanya sebagian kecil yang merupakan Suku Sunda. Sebagian besar mereka mengalami kesulitan untuk mengikuti pembelajaran tersebut. Bagaimana strategi yang dapat dilakukan Ibu Nisa untuk dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dengan menggunakan pendekatan CRT?
JAWABAN
Ibu Nisa dapat menerapkan beberapa strategi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan yaitu dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) untuk mengatasi tantangan tersebut. Yaitu dengan menerapkan hal-hal berikut ini :
1. Menciptakan lingkungan kelas yang inklusif
a. Jembatan budaya
Mulai setiap pertemuan dengan kegiatan sederhana yang memperkenalkan budaya setiap peserta didik. Misalnya peserta didik dapat membawa benda asli atau dalam bentuk gambar yang mewakili budaya mereka dan menceritakan makna dari benda terserbut.
b. Kosakata inklusif
Menggunakan kosakata yang netral dan tidak bias terhadap budaya suku tertentu. Dalam perkataan hindari menggunakan istilah yang hanya dipahami oleh satu kelompok budaya tertentu.
c. Contoh yang beragam
Pada saat memberikan contoh dalam pembelajaran, guru memilih contoh-contoh yang mewakili keberagaman budaya. Hal ini akan membuat semua peserta didik merasa terwakili dan dapat terkoneksi dengan materi pelajaran.
2. Menggabungkan Budaya dalam Materi Pelajaran
a. Kisah Rakyat
Menggunakan kisah rakyat dari berbagai daerah sebagai bahan bacaan atau cerita pendek. Hal ini dapat memperkenalkan keanekaragaman budaya kepada peserta didik untuk menarik minat baca mereka.
b. Lagu Daerah
Mengajarkan lagu-lagu daerah dari berbagai provinsi. Selain melatih kemampuan bernyanyi, lagu juga mampu menjadi sarana untuk mempelajari kosakata dan tata bahasa Sunda.
c. Permainan Tradisional
Memainkan permainan tradisional dari berbagai daerah selain menyenangkan juga mengajarkan nilai-nilai budaya dan kerjasama.
3. Menggunakan Pendekatan Pembelajaran yang Beragam
a. Pembelajaran Kooperatif
Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen (berbeda suku). Tugas kelompok dapat berupa membuat presentasi tentang budaya mereka masing-masing atau membuat cerita pendek berbahasa Sunda.
b. Proyek Budaya
Meminta peserta didik untuk membuat proyek yang berkaitan dengan budaya mereka sendiri. Misalnya membuat poster tentang kuliner khas daerah, membuat miniatur baju adat, atau membuat video pendek tentang tarian daerah.
c. Pembelajaran Berbasis Masalah
Mengajukan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik dan meminta mereka untuk mencari solusi bersama-sama. Kegiatan ini dapat mengasah kemampuan berpikir kritis dan kerjasama antar peserta didik.
4. Menghargai Setiap Usaha Peserta Didik
a. Memberikan Pujian
Memberikan pujian yang tulus atas setiap usaha peserta didik meskipun mungkin hasilnya belum maksimal.
b. Memberikan umpan balik yang konstruktif
Memberikan umpan balik yang spesifik dan jelas supaya peserta didik dapat memperbaiki kesalahan mereka.
c. Mendorong Partispasi
Menciptakan suasana kelas yang aman dan nyaman sehingga semua peserta didik merasa bebas untuk bertanya dan aktif dalam diskusi.
5. Melibatkan Orang tua
a. Mengajak orang tua berbagi
Mengundang orang tua ke sekolah untuk berbagi tentang budaya di kelas.
b. Membuat acara Budaya
Menyelenggarakan acara budaya di sekolah seperti festival budaya atau pentas seni daerah yang melibatkan peserta didik dan orang tua.
Contoh kegiatan pembelajaran :
1. Membuat kamus mini atau kamus saku bahasa sunda
2. Membuat cerita bergambar dengan bahasa sunda
3. Membuat permainan bahasa seperti tebak kata atau sambung kata.
No comments:
Post a Comment