C. MODEL LAIN
apt install -y lsb-release apt-transport-https
ca-certificates wget
apt install gnupg gnupg2 -y
wget -qO- https://packages.sury.org/php/apt.gpg | apt-key
add -
echo "deb https://packages.sury.org/php/ $(lsb_release
-sc) main" | tee etc/apt/sources.list.d/php.list
apt update
apt install php5.6
Sistem kontrol dan monitoring server pada Linux Debian melibatkan proses pengawasan, pengelolaan, dan pengaturan performa server agar berjalan optimal. Berikut adalah penjelasan tentang komponen utama dan alat yang digunakan:
Sistem kontrol server bertujuan untuk memastikan server tetap dalam keadaan yang diinginkan dan dapat menangani berbagai beban kerja. Berikut aspek penting dalam kontrol server:
systemctl, servicesystemctl start apache2 # Memulai layanan Apache
systemctl stop mysql # Menghentikan layanan MySQL
systemctl status ssh # Mengecek status layanan SSH
adduser, usermod, chown, chmodadduser admin_user # Menambahkan pengguna baru
chmod 700 /secure_dir # Memberikan akses hanya kepada pemilik direktori
ip, ifconfig, netplan, iptablescron, atcrontab -e
# Menjadwalkan pencadangan setiap hari pada pukul 2 pagi:
0 2 * * * /usr/bin/backup.sh
Monitoring server bertujuan untuk mengawasi performa, sumber daya, dan mendeteksi masalah sebelum menjadi kritis. Berikut komponen utama:
top, htop, free, df, dutop: Menampilkan daftar proses yang sedang berjalan dan penggunaan CPU/memori secara real-time.df -h: Melihat kapasitas disk yang terpakai dan yang tersisa.ping, netstat, ss, iftop, nloadping google.com: Memeriksa konektivitas internet.netstat -tuln: Menampilkan port yang terbuka dan layanan yang aktif.journalctl, dmesg, cat /var/log//var/log/syslog: Log umum sistem./var/log/auth.log: Log autentikasi dan keamanan.
uptime # Menampilkan waktu aktif server
top # Memantau proses secara real-time
2. Memeriksa Status Layanan:
systemctl status apache2
3. Memeriksa Log Sistem:
tail -f /var/log/syslog
4. Melacak Masalah Jaringan:
ping 8.8.8.8
netstat -anp | grep LISTEN
Dengan mengimplementasikan sistem kontrol dan monitoring yang baik, administrator server dapat memastikan server Linux Debian beroperasi dengan maksimal dan mendukung kebutuhan bisnis atau pengguna.
Beberapa Fungsi VPN antara lain sebagai berikut
Perusahaan menggunakan VPN, maka tidak perlu membangun
jaringan sendiri. Perusahaan cukup terhubung dengan jaringan publik
seperti internet, sebab hampir semua kantor perusahaan pasti
memilikiakses internet. Dengan demikin bisa dihemat anggaran koneksi
untuk
ke cabang-cabang.
Perusahaan menggunakan VPN, maka pegawai dapat terhubung
langsung dengan jaringan kantor secara private. Maka pegawai dapat
melakukan pekerjaan yang bisa dilakukan dari depan komputer tanpa
harus berada di kantor. Hal ini menjadi solusi virtual office di zaman
mobilitas tinggi seperti sekarang ini.
Saat ini beberapa vendor seperti telkom memberikan solusi PN untuk perusahaan-perusahaan. Namun solusi ini masih kurang aman,
karena untuk terhubung tidak memerlukan autentikasi. Sehingga bila
ada pengguna mengetahui settingan VPN perusahaan tersebut maka
dia dapat terhubung ke jaringan perusahaan tapi harus login.
Jaringan wireless merupakan jaringan publik yang bisa diakses
oleh siapa saja yang berada di jangkauan wireless tersebut. Walaupun
wireless juga memiliki pengaman seperti WEP, WPA dan WPA2 namun jaringan wireless masih saja bisa ditembus.
Beberapa solusi yang ada saat ini, solusi VPN dengan SSL merupakan
yang paling banyak digunakan dengan OpenVPN sebagai aplikasinya,
Selain gratis karenn open source juga memiliki kemudahan dalam
implementasi serta bersifat multiplatform dapat dijalankan pada Linux
ataupun Windows. Beberapa solusi VPN sebagai berikut.
Solusi yang sudah distandarisasi tapi paling susah dikonfigurasi.
Tingkat keamanan yang cukup baik namun dalam implementasinya
cukup rumit. Aplikasi yang digunakan yang berbasis open source,
yaitu Open/Free Swan.
Solusi VPN dengan feature standar dimana jaringan dibangun
dengan point to point seperti halnya anda melakukan dial up pada
internet dirumah. Pada saat dial up ke provider internet ada maka akan
dibangun point to point tunnel melalui jaringan telepon. Aplikasi
Open Source yang menggunakan PPTP adalah PopTop.
VPN with SSL merupakan solusi VPN dengan menerapkanprotocol Secure Socket Layer (SSL) pada enkripsi jaringan tunnel
yang dibuat. Solusi ini diawali dengan aplikasi OpenVPN.
Beberapa manfaat dari VPN (Virtual Private Network) sebagai
berikut
Pembangunan jaringan leased line khusus/pribadi memerlukan
biaya yang sangat mahal. VPN dapat menjadialternatif yang dapat
digunakan untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut. VPN
dibangun dengan menggunakan jaringan internet milik publik tanpa
perlu membangun jaringan pribadi.
Sekarang ini internet semakin berkembang, dan makin banyak user yang menggunakannya membuat VPN juga ikut berkembang. Setiap
user dapat tergabung dal VPN yang dibangun tanpa terbatasjarak dan waktu.
Keseluruhan VPN dapat diatur dalam server VPN sendiri, dan
untuk dapat digunakan oleh klien, maka perludiinstal aplikasi VPN
pada klien.
Tunneling (terowongan) merupakan kunci utama pada VPN.
Koneksi pribadi dalam VPN dapat terjadidimana saja selama terdapat
tunnel yang menghubungkan pengirim dan penerima data.
Beberapa implementasi dari VPN (Virtual Private Network) sebagai
berikut.
Intranet merupakan koneksi VPN yang membuka jalur komunikasi
pribadi menuju ke jaringan lokal yang bersifat pribadi melalui jaringan
publik seperti internet. Dengan melalui VPN jenis ini, user dapat
langsung mengakses file-file kerja dengan leluasa tanpa terikat tempat dan waktu.
Ekstranet VPN merupakan fasilitas VPN yang diperuntukkan bagi
pihak-pihak dari luar anggota organisasi atauperusahaan, tetapi masih
memiliki hak dan kepentingan untuk dapat mengakses data dalam
kantor. Pada umumnya user dari VPN dari jenis ini merupakan
customer, vendor, partner dan supplier dari suatu perusahaan.
VPN merupakan sebuah proses remote access yang bertujuan
mendapatkan koneksi ke jaringan privatetujuannya. Proses remote
access VPN tersebut dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan oleh
siapa proses remote access VPN tersebut dilakukan. Kedua jenis tersebut sebagai berikut.
Client-initiated merupakan pihak klien yang berinisiatif untuk
melakukan sesuatu. Pada VPN jenis ini, ketikasebuah komputer
ingin membangun koneksi VPN maka PC tersebut berusaha
membangun tunnel dan melakukan proses enkripsi hingga
mencapai tujuannya dengan aman. Namun, proses ini tetap
mengandalkan jasa dari jaringan Internet Service Provider (ISP)
yang dapat digunakan untuk umum.
VPN merupakan jenis network access server-initiated ini tidak
mengharuskan klien untuk membuat tunnel dan melakukan enkripsi
dan dekripsi sendiri berbeda dengan client-initiated. VPN jenis ini
hanya mengharuskan user melakukan dial-in ke Network Access
Server (NAS) dari ISP. Kemudian, NAS tersebut yang membangun
tunnel menuju ke jaringan private yang dituju oleh klien tersebut.
VPN merupakan server membutuhkan jaringan yang mengarah ke
jaringan Internet. Untuk jaringan internet, VPNserver pun harus
menggunakan IP public agar bisa diakses dari mana saja, tetapi untuk
skala lokal dapat menggunakan IP local atau private IP. Sebuah VPN
diciptakan untuk membangun koneksi point-to-point melalui penggunaan
koneksi berdedikasi, protokol tunneling virtual, atau enkripsi lalu lintas
data. PPTP (Point-To-Point Protocol) adalah metode untuk menerapkan
jaringan pribadi virtual dengan menggunakan saluran kontrol atas TCP
dan terowongan operasi GRE untuk merangkum paket PPP.
Pada dasamya, sebuah sistem monitoring melakukan proses pengumpulan
data mengenai dirinya sendiri dan melakukananalisis terhadap data-data
dengan tujuan memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki.
Meskipun terdapat berbagai alasan untuk memonitor jaringan, tetapi terdapat
dua alasan utama dalam sistem kontrol dan monitoring yaitu memperkirakan
perubahan untuk masa depan dan mendeteksi perubahan yang tak terduga
pada jaringan. Perubahan yang tak terduga bisa meliputi router/switch yang
tidak berfungsi, hacker mencoba mendapatkan akses ke jaringan, atau pun
kesalahan jalur komunikasi.
Proses dalam analisis data dapat diwujudkan dalam pemilihan data dari
sejumlah data yang telah terkumpul atau pun manipulasi data
sehingga diperoleh informasi yang diharapkan. Sumber-sumber datadapat
berupa network traffic, informasi mengenai hardware, dan lain-lain
Sedangkan tahap menampilkan data hasil monitoring menjadi informasi
yang berguna dalam pengambilan keputusan terhadap sistem yang sedang
berjalan berupa tabel, gambar, kurva, atau animasi.
Kebutuhan terhadap SNMP (Simple Network Management Protocol)
pada sebuah sistem monitoring disebabkan olehkebutuhan pemerolehan
data monitoring dari sumber daya komputerlain. SNMP pada awalnya
hanya dikhususkan pada manajemen jaringan TCP/IP guna melakukan
manajemen informasi yang berkaitan dengan IP dan TCP seperti
pengubahan dari IP address ke suatu alamat fisik, jumlah data incoming
dan outgoing IP datagram, ataupun tabel informasi mengenai koneksi
TCP yang mungkin terjadi.
Sebuah jaringan yang dapat dimanage menggunakan SNMP pada
dasarnya memiliki tiga komponen sebagai berikut.
Sebuah managed device adalah sebuah node di jaringan yang
berisi agent SNMP yang berada di jaringan yang dapat dimanage.
Managed device akan mengumpulkan dan menyimpan informasi
manajemen dan membuat informasi tersedia bagi NMS
menggunakan SNMP. Managed device kadangkala disebut elemen
jaringan dapat berupa router dan access server, switch dan bridge,
hub, dan host komputer/printer.
Agent adalah sebuah modul software network manajemen yang
berada di dalam managed device. Agent ini mengetahui tentang
informasi manajemen dan dalam menterjemahkan ke informasi
yang kompatibel dengan SNMP.
Aplikasi NMS menjalankan aplikasi yang dapat memonitor dan
mengontrol managed device. NMS memberikan resource memory
dan prosesor yang dibutuhkan untukmanajemen network. Satu
atau lebih NMS harus ada dalam sebuah jaringan yang dimanage.
Beberapa versi SNMP dijabarkan sebagai berikut.
SNMP versi 1 adalah implementasi awal dari protokol SNMP.
SNMPv1 beroperasi di atas protokol lain seperti User Datagram
Protocol (UDP). Internet Protocol (IP), OSI Connectionless
Network Service (CLNS). AppleTalk Datagram-Delivery Protocol
(DDP), dan Novell Internet Packet Exchange (IPX).
Versi 2 tidak diadopsi secara luas karena ketidaksepakatan
mengenak kerangka keamanan di dalam standar. Simple Network
Management Protocol versi 2 (RFC 1441-RFC 1452), yang juga di
kenal sebagai SNMP v2 atau SNMP v2p, merevisi versi 1 dan
memasukan beberapa perbaikan masalah performance, keamanan.
kerahasian, dan komunikasi antarmanager.
IETF mengakui Simple Network Management Protocol versi 3
seperti didefinisikan oleh RFC 3411-RFC 3418 (juga dikenal
sebagai STD0062) sebagai standart SNMP sejak 2004.
Elemen-elemen dari SNMP dijabarkan sebagai berikut.
Tugas-tugas SNMP sebagai berikut.
Tugas-tugas Agen sebagai berikut.
Tugas-tugasnya sebagai berikut.
a. Penyusup jaringan dideteksi dan disaring.
Dengan menonton trafik jaringan bisa mendeteksi penyerang dan
mencegah akses ke server dan layanan yang penting.
b. Anggaran jaringan dan sumber daya dijustifikasi.
Tool monitor yang baik bisa memperlihatkan tanpa ragu bahwa
infrastruktur jaringan (bandwidth, hardware, dan software) cocok dan
bisa menangani kebutuhan pengguna jaringan.
c. Penggunaan jaringan secara layak bisa ditekankan.
Ketika bandwidth identik dengan sumber daya yang susah didapat,
satu-satunya cara menjadi adil terhadap semua user adalah menjamin
kalau jaringan dipakai sesuai dengan maksudnya.
d. Virus Jaringan dengan mudah dideteksi.
Seorang network administrator akan diberitahu adanya vins
jaringan, dan segera melakukan tindakan sebelum mereka memakan
bandwidth Internet dan mendestabilisasi jaringan
e. Kinerja jaringan bisa sangat dioptimisasi.
Tanpa monitoring efektif, mustahil untuk mengkonfigurasi alat dan
protokol guna mencapai kinerja yang terbaik
f. Troubleshooting masalah jaringan sangat disederhanakan.
Daripada mencoba untuk men-debug masalah jaringan, network
administrator segera bisa mengetahui mengenai masalah spesifik.
bahkan masalah bisa diperbaiki secara otomatis.
g. Perencanaan kapasitas lebih mudah.
Dengan catatan kinerja sejarah, seorang network administrator
tidak harus menghitung ulang jumlah bandwidth yang diperlukan
sewaktu jaringan bertambah besar.